Showing posts with label TENTANG JEPANG. Show all posts

Jepang punya taksi yang janjikan perjalanan selambat kura-kuraKalau biasanya orang memilih taksi sebagai alat transportasi saat sedang diburu waktu, taksi yang satu ini justru janjikan perjalanan terlama bagi penumpang.

Sesuai namanya, Turtle Taxi alias 'taksi kura-kura' ditujukan untuk perjalanan santai. Dengan naik taksi ini penumpang akan disuguhi perjalanan super lambat layaknya kura-kura.

Layanan taksi ini diciptakan oleh Sanwa Kotsu Group, perusahan armada taksi di Jepang. Mereka menunjuk 10 dari 500 taksi mereka di Yokohama untuk beroperasi sebagai taksi kura-kura sejak Desember 2013.

Untuk menikmati layanan turtle taxi, menurut Oddity Central pelanggan tinggal menekan tombol berlabel 'yukkuri' (yang berarti lambat). Ini akan mengaktifkan gambar kura-kura di layar, yang berarti sopir harus menjalankan mobil lambat-lambat.

Sopir-sopir turtle taxi secara khusus dilatih untuk mempercepat dan mengurangi kecepatan selembut mungkin. Demi kenyamanan penumpang, mereka juga dilatih untuk menghindari belokan tajam saat melewati tikungan.

Photo by Oddity Central

Layanan ini cukup populer di antara para lansia, ibu hamil, ibu yang sedang membawa anak di Jepang. 

"Keberangkatan dan pemberhentiannya sangat halus karena tidak mengebut," kata seorang pelanggan dengan bayi satu tahun. "Ini sempurna ketika saya tidak ingin anak saya yang sedang tidur dibangunkan."

Banyaknya permintaan untuk turtle taxi membuat Sanwa Kotsu Group berencana menerapkan sistem taksi kura-kura untuk semua taksi mereka di semua taksi mereka mulai tahun depan.

Jepang punya taksi yang janjikan perjalanan selambat kura-kura

Posted by : Edi Sumarno 0 Comments
Seorang mantan insinyur yang berusia 63 tahun berikut ini mungkin tidak sesuai dengan gambaran khas dari seorang pembunuh berpakaian gelap dengan senjata mematikan dan bisa menghilang ke dalam bom asap. Tapi Jinichi Kawakami dipercaya sebagai ninja terakhir di Jepang. Yang asli, bukan ninja-ninjaan. 

Jinichi KawakamiAds by Info 

Dia adalah ketua dari klan "Ban", salah satu suku ninja yang sejarahnya dapat ditelusuri hingga 500 tahun yang lalu. Jinichi dianggap oleh beberapa orang sebagai penjaga terakhir rahasia mata-mata Jepang yang masih hidup sampai hari ini. 

Jinichi pertama kali masuk ke dunia ninja pada usia enam tahun, tapi dia tidak bisa mengingat dengan jelas pertemuan pertamanya dengan sang guru, Masazo Ishida, seorang pria yang selalu berpakaian sebagai biksu Buddha. "Saya terus berlatih tanpa mengetahui apa yang benar-benar saya lakukan. Setelah lama kemudian saya baru menyadari bahwa saya sedang berlatih ninjutsu (seni beladiri ninja)." 

"Untuk konsentrasi, saya melihat sumbu lilin sampai saya punya perasaan bahwa saya benar-benar berada di dalamnya. Saya juga berlatih mendengar suara jarum jatuh di lantai," katanya. Dia juga berlatih memanjat dinding, melompat dari ketinggian dan belajar bagaimana mencampur bahan kimia untuk menciptakan ledakan dan bom asap. 

"Saya juga dilatih untuk menahan panas dan dingin serta rasa sakit dan kelaparan. Semua latihan itu sulit dan menyakitkan, tapi saya tidak pernah berpikir mengapa saya melakukan hal itu. Latihan-latihan itu dibuat untuk menjadi bagian dari hidup saya," katanya sambil menunjukkan beberapa alat dan teknik yang digunakan dalam tugas spionase dan sabotase pada masa lalu. 

Tepat sebelum dia berumur 19 tahun, Jinichi sudah mewarisi gelar master dan mempunyai gulungan-gulungan rahasia persis seperti yang kita sering lihat di anime dan manga. "Seni ninjitsu terletak di pergerakan yang tidak disadari oleh musuh, bukan dengan kekerasan brutal." 

Ninja (Asli) Yang Terakhir Di Jepang?Ads by Info 

Saat ini para ninja hanya hidup dalam cerita-cerita fiksi atau digunakan untuk mempromosikan kota Iga, yang terletak sekitar 350 kilometer dari Tokyo, dekat dengan ibukota kekaisaran kuno, Kyoto, yang dulunya rumah bagi banyak ninja. 

Jinichi berpikiran bahwa dirinya disebut-sebut sebagai ninja terakhir mungkin karena tidak ada lagi orang yang belajar semua keterampilan ninja secara langsung dari seorang guru besar ninja. "Ninja yang sesungguhnya sudah tidak ada lagi sekarang," katanya sambil menegaskan bahwa dia adalah ketua klan "Ban" yang terakhir. Tidak akan ada orang yang mewarisi posisinya karena dia menganggap bahwa ninja sudah tidak cocok lagi hidup di dunia modern. 

NAMUN aku yakin klan-klan ninja yang lain (yang masih menyembunyikan diri dari dunia luar) tidak setuju dengan Jinichi Kawakami. 

Ninja (Asli) Yang Terakhir Di Jepang?

Posted by : Edi Sumarno 0 Comments

Jepang adalah negara yang sangat mahal. Biaya hidup mahal, biaya hiburan mahal, apalagi biaya rumah dan tanah. Kali ini kita akan melihat bagaimana orang Jepang memaksimalkan tanah yang kecil dengan rumah yang nyaman. Arsitek Kenji Ido dari Kenji Architectural Studio yang menyelesaikan proyek pembangunan rumah yang diberi nama "House Fin" di kota Osaka. 

Rumah Minimalis Jepang
Ads by Info
 
 by Info
Rumah Minimalis Jepang
 
 
Rumah Minimalis Jepang 
Rumah Minimalis Jepang 
Rumah Minimalis Jepang 
Rumah Minimalis Jepang 
Rumah Minimalis Jepang 

Sang klien meminta Kenji untuk mendesain rumah minimalis dengan tiga lantai. Mereka mau rumah tersebut nyaman, tenang, hangat dan terang disinari cahaya matahari. Hasilnya sangatlah memuaskan. Rumah yang didominasi dengan cat putih memberikan kesan yang bersih dan lapang. Tangga, lemari dan pintu yang terbuat dari kayu pinus memberikan sentuhan yang nyaman dan natural. 

Ada yang mau jadi arsitek? 

Rumah Minimalis Jepang Yang Nyaman Dan Natural

Posted by : Edi Sumarno 1 Comment
Meskipun citranya sebagai negara yang masyarakatnya berteknologi maju, Jepang benar-benar menyulitkan waktu kita membutuhkan koneksi Internet via hotspot Wi-Fi. Bahkan, kota semaju Tokyo sekalipun tidak menawarkan Wi-Fi gratis lho. Ketika Dinas Pariwisata Jepang mensurvei para wisatawan tentang kesulitan yang mereka temui saat jalan-jalan di negeri sakura, minimnya fasilitas akses Internet gratis merupakan jawaban nomor satu. 

Osaka Menjadi Kota Pertama Yang Memberikan Wi-Fi GratisAds by Info 

Akhirnya salah satu kota mengambil inisiatif untuk menawarkan konektivitas yang lebih baik bagi pengunjung. Osaka baru saja mengumumkan peluncuran Osaka Free Wi-Fi, sebuah program yang memberikan akses Wi-Fi gratis di lokasi-lokasi strategis, sebagai bagian dari upaya memposisikan dirinya sebagai gerbang internasional untuk menyaingi Tokyo. 

Hotspot Wi-Fi akan ditempatkan di stasiun kereta, pusat perbelanjaan, taman, kafe, HOTEL dan tempat-tempat wisata lainnya. Para pengguna laptop serta smartphone Apple, Android dan Windows hanya perlu memberikan alamat email yang valid untuk menggunakan layanan gratis tersebut. Peraturannya: Kita hanya akan bisa akses Internet selama 30 menit, setelah itu kita harus login lagi. Ini untuk mencegah mereka yang ingin mendownload file-file besar. 

Saya yang tinggal di ibukota Jakarta saja sangat kesulitan menemukan Wi-Fi gratis. Kalaupun ada, lambatnya minta ampun. Bagaimana di kota kamu? 

Kota Osaka Memberikan Wi-Fi Gratis

Posted by : Edi Sumarno 0 Comments

- Copyright © Edis Blog - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -